Tragedi Dini Hari di Situbondo: Asrama Putri Pondok Pesantren yang Baru Berusia 2 Tahun Runtuh, Satu Santriwati Meninggal

    Tragedi Dini Hari di Situbondo: Asrama Putri Pondok Pesantren yang Baru Berusia 2 Tahun Runtuh, Satu Santriwati Meninggal

    SITUBONDO - Duka menyelimuti Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Situbondo, setelah musibah runtuhnya atap bangunan asrama putri pada Rabu (29/10/2025) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat para santriwati sedang terlelap tidur, mengakibatkan satu korban jiwa dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

    Korban meninggal dunia adalah seorang santriwati berusia 12 tahun bernama Putri, warga Dusun Rawan, Desa Besuki. Sementara itu, 11 santriwati lainnya dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk RSUD Besuki, untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Musibah ini menyisakan keprihatinan mendalam, terutama karena bangunan asrama yang ambruk tersebut ternyata masih tergolong baru. Kepala Pengasuh Ponpes, Kiai Muhammad Hasan Nailul Ilmi, mengungkapkan rasa kecewanya.

    "Bangunan ini masih baru, usianya sekitar 2 tahun 4 bulan sejak dibangun pada tahun 2022. Saya benar-benar tidak menyangka musibah seperti ini bisa terjadi, " ujar Kiai Hasan.

    Ia menjelaskan, sebelum ambruk, sempat terdengar suara-suara aneh dari bagian atap, namun suara tersebut tidak disadari sebagai pertanda akan adanya keruntuhan. Untuk sementara, seluruh kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren tersebut diliburkan guna memberikan waktu bagi penanganan pasca-musibah dan proses penyelidikan.

    Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Darmawan, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil alih penanganan kasus. Tim Inafis Polres Situbondo segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    "Penyebab pasti ambruknya bangunan masih kami selidiki. Kami belum bisa memastikan apakah ini murni faktor cuaca, mengingat wilayah Besuki sempat diguyur hujan deras disertai angin kencang, atau karena faktor teknis konstruksi lainnya, " jelas AKBP Rezi.

    Pihak kepolisian juga akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Agama, serta kemungkinan melibatkan ahli konstruksi untuk mengusut tuntas penyebab runtuhnya bangunan yang memakan korban ini. Jenazah korban meninggal, Putri (12), telah dimakamkan pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

    pondok pesantren situbondo
    Wahyu Pro SH

    Wahyu Pro SH

    Artikel Sebelumnya

    Siap-siap! Rupiah Diramal Goyang Hari Ini,...

    Artikel Berikutnya

    Tragedi Situbondo: Asrama Putri Ponpes yang...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi
    BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam
    Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Dringu, Puluhan Motor Diamankan

    Ikuti Kami