BPBD Kenalkan Penanganan Bencana kepada Organisasi Wanita se-Jatim

    BPBD Kenalkan Penanganan Bencana kepada Organisasi Wanita se-Jatim
    Petugas BPBD Jatim memberikan penjelasan bencana ke BKOW Jatim di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.

    Jawa Timur - Cuaca ekstrem dan maraknya bencana dalam beberapa waktu ini, membuat BPBD Jatim terus mengintensifkan upaya penguatan kapasitas kebencanaan kepada semua kalangan, tidak terkecuali kepada organisasi wanita yang ada di Jatim. 

    Upaya itu diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana bersama Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jatim yang digelar di area Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, Rabu (28/1/2026).

    Sedikitnya, 100 anggota BKOW yang mewakili 52 organisasi wanita di Jatim hadir dalam kegiatan bertema 'Peran Perempuan dalam Keluarga Tangguh Menghadapi Bencana Hidrometeorologi' ini. 

    Ketua Umum BKOW Jatim, Gardjati Heru Tjahjono, membuka langsung kegiatan ini usai sambutan selamat datang Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto. 

    Dalam sambutannya, Kalaksa Gatot Soebroto menyampaikan terima kasih atas kolaborasinya dalam upaya pengenalan penanganan bencana di lingkungan anggota BKOW Jatim. 

    Dikatakan, selama ini, BPBD Jatim, telah melakukan upaya peningkatan kapasitas kebencanaan melalui sarana edukasi yang dimiliki, baik dengan kunjungan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim maupun dengan mendatangi instansi, sekolah dan komunitas masyarakat di daerah-daerah, melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena).

    "Kami sangat bangga dan berterimakasih atas kunjungan hari ini. Kalau misalnya, sekolah atau organisasi ibu-ibu ada yang berkenan mengikuti pelatihan kebencanaan disini, kami sangat berterima kasih sekali. Karena bencana itu bukan urusan BPBD saja, tapi urusan bersama, termasuk ibu-ibu semua, " terangnya Gatot dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).

    Sementara, Ketua Umum BKOW Jatim Gardjati Heru Tjahjono juga menyampaikan terima kasih atas fasilitasi dan pembelajaran kebencanaan yang diberikan, seperti, penanganan gawat darurat pada bayi, penanganan kebakaran, banjir, gempa bumi dan pengenalan bencana hidrometeorologi lainnya. 

    "Alhamdulillah, kami akhirnya tahu banyak hal dari proses edukasi dan peragaan yang disampaikan Tim BPBD Jatim. Saya kira ini sangat bermanfaat sekali bagi ibu-ibu, khususnya bagi keluarga masing-masing, " ujarnya. 

    Selain mengunjungi Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) dan Simulator Gempa Bumi, anggota BKOW juga mendapat pengenalan tentang upaya pemadaman kebakaran dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada bayi. 

    Dalam kesempatan ini, juga terdapat penyerahan 130 bibit pohon produktif kepada BKOW Jatim,   sebagai upaya mitigasi lingkungan di kalangan organisasi-organisasi wanita se-Jatim.

    tangguh bencana bpbd bpbd jatim
    Wahyu Pro SH

    Wahyu Pro SH

    Artikel Sebelumnya

    Emas Antam Tembus Rekor Sejarah Rp3,16 Juta,...

    Artikel Berikutnya

    Bayi SA Akhirnya Pulang: Sinergi Lintas...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi
    BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam
    Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Dringu, Puluhan Motor Diamankan

    Ikuti Kami