Mie Gacoan Probolinggo Upayakan Re-Opening, Targetkan Standarisasi IPAL Rampung 4 Bulan

    Mie Gacoan Probolinggo Upayakan Re-Opening, Targetkan Standarisasi IPAL Rampung 4 Bulan

    PROBOLINGGO – Manajemen Mie Gacoan Probolinggo secara resmi tengah menempuh langkah-langkah administratif dan teknis guna mendapatkan izin operasional kembali. Fokus utama dalam proses ini adalah pemenuhan komitmen terkait sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sebelumnya menjadi kendala operasional.

    Dalam pengajuan izin pembukaan kembali tersebut, pihak manajemen menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi seluruh persyaratan teknis lingkungan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Probolinggo.

    Manajemen menargetkan seluruh proses renovasi dan penyempurnaan sistem pembuangan limbah akan selesai dalam kurun waktu maksimal empat bulan.

    Proses perizinan melibatkan pengawasan ketat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat.

    Pengajuan pembukaan kembali diharapkan dapat berjalan beriringan dengan proses perbaikan teknis di lapangan, guna memastikan aspek ekonomi dan kepatuhan lingkungan berjalan selaras.

    Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap ekosistem sekitar outlet. Dengan adanya perbaikan IPAL yang sesuai standar, diharapkan limbah sisa produksi tidak lagi menjadi beban bagi drainase pemukiman warga.

    Pemerintah Kota Probolinggo sendiri menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi lingkungan adalah harga mati bagi setiap pelaku usaha. Persetujuan izin buka kembali akan sangat bergantung pada progres nyata yang ditunjukkan manajemen di lokasi usaha.

    mie gacoan karyawan dirumahkan ipal izin operasional
    Kamil Wahyudi, S.H.

    Kamil Wahyudi, S.H.

    Artikel Sebelumnya

    Bayi SA Akhirnya Pulang: Sinergi Lintas...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri Keuangan Respons Pengunduran Diri Dirut BEI: Bentuk Tanggung Jawab
    Mie Gacoan Probolinggo Upayakan Re-Opening, Targetkan Standarisasi IPAL Rampung 4 Bulan
    Dirut BEI Mundur Pasca IHSG Longsor, Berharap Pulihkan Kepercayaan Pasar
    Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri
    BPK Ungkap Kerugian Negara Kasus Minyak: Rp 2,7 Miliar Dolar dan Rp 25 T

    Ikuti Kami